Atas Karunia Tuhan
Aditya & Risna
Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir memberi doa restu pada pernikahan kami
02.01.2020
Save the date
Selengkapnya

Kami yang Berbahagia

Ni Putu Meli Risna Dewi

Mempelai Wanita

Dia cuek tapi membuat setiap perempuan jadi penasaran. Dia itu puitis dan romantis saat hari-hari tertentu. Dia orang yang fokus pada tujuannya, tidak mudah goyah dan memiliki sikap yang tegas serta penuh pertimbangan. Sehingga saya yakin dia mampu membimbing saya ke arah positif. Mari berjuang bersama partnerku.

&

I Wayan Aditya Suranata

Mempelai Pria

Dia sangat imut dan suka bercanda. Saya sungguh tak menyangka Tuhan memberi saya pendamping lima rasa. Energi positifnya membuat saya selalu merasa lebih baik dan tersenyum. Dia sangat optimis dan ketika saya mengalami hari yang buruk dia selalu berusaha menghibur saya.

Lokasi Pernikahan Kami

Narin Laboratory

Jalan Raya Singapadu Tengah, Banjar Kutri, Desa Singapadu Tengah, Sukawati - Gianyar

Pukul 11:00 WITA - Selesai


RSVP

Kehadiran Anda adalah hadiah terbaik kami, mohon berkarunia memberi doa restu untuk pernikahan kami.

Perjalanan Cinta Kami

Kami Papasan Untuk Pertama Kali

Tangga sekolah *** 2 di bilangan Tukad Balian menjadi saksi pertemuan pertama mereka. Sesungguhnya banyak kenangan yang tak cukup tempat untuk dituliskan mengenai momen itu. Berkarisma, dingin namun menawan... dan yang pasti penuh misteri, mungkin beberapa kata itu bisa mewakili perasaan Risna saat itu. Bagaimana "fenomena" yang sebelumnya Risna anggap tidak mungkin terjadi, ternyata benar-benar terjadi di depan matanya.

Pertemuan Yang Sebenarnya

Setahun berlalu, semua cerita masih bergumal dihati masing-masing. Sampai pada suatu waktu di pertengahan Juli tahun itu, Aditya hadir di acara festival Ratha Yatra di lapangan Renon, dekat dengan sekolah *** 2. Aditya yang asik membidik di viewfinder, tiba-tiba terhenti di satu titik. Ia melihat gadis yang sering melempar senyum disudut tangga sekolah, duduk anggun dengan busana adat Balinya.

Singkat cerita, benih-benih rasa yang indah itu mulai tumbuh liar di hati mereka. Sporadis menerobos sekat di pikiran yang penuh pertimbangan. Dari sekian kenangan yang terjadi setelah itu, barisan pohon melon yang tengah berbuah lebat di rumah kaca yang ditanam Aditya menjadi saksi hidup pertemuan pertama mereka. Mereka duduk dipinggiran rumah kaca, sambil memandang lilitan melon emas yang menjulang ke atas dengan buahnya yang menggelantung bulat kuning keoranyean. Semerbak bau segar dan manis menemani curahan hati dua insan yang akhirnya bertemu di sampul waktu.

Kencan Pertama Kami

Ketika benih cinta bermekaran di hati, setiap hela nafas tercium semerbak rindu

Aditya jauh di utara, Risna jauh di selatan, terhalang bukit dan gunung. Saat dua insan telah tertusuk panah cinta, dinding setipis kertas pun terasa berbatas lautan. Setiap malam, hanya suara satu sama lain yang menjadi penawar rindu. Berbagi cerita, menghilangkan remang-remang jalan menuju hati masing-masing.

Saat itu, hari sabtu di pagi hari yang sendu... Banyak kenangan tak terlupakan yang tak muat untuk ditulis di sini. Hari dimana Aditya & Risna kencan untuk pertama kalinya. Darmasaba, Ubud, Taro menjadi saksi bisu petualangan pertama mereka, dimana seorang Risna akhirnya keluar dari zona merah, menerima tarikan tangan Aditya untuk terbang merasakan lima rasanya dunia. Sungguh kencan yang tak pernah terbesit sedikit pun dipikiran Risna.

Berjanji Sehidup Semati

Cinta ku seujung kuku, meski dipotong, ia tetap tumbuh lagi.

Perjalanan cinta mereka sungguh tidak sepenuhnya mudah. Banyak halangan dan rintangan yang sungguh berat untuk dilalui. Namun, bila Tuhan telah berkarunia, dan dua insan telah menerima gelap dan terang satu sama lain, tak ada lagi yang mampu memisahkan. Bersama-sama mengarungi susah dan senang, menuju tujuan hidup tertinggi.