Mengenal Beras Hitam

credit here

credit here

Sesuai dengan namanya, warna dari beras hitam adalah hitam, tepatnya hitam keunguan. Beras hitam tentu berbeda dengan ketan hitam yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) adalah jenis beras yang mengandung antosianin yang lebih tinggi dibanding beras putih. Antosianin inilah yang membawa pigmen warna hitam keunguan. Kandungan antosianin membuat beras hitam menjadi istimewa, yaitu bersifat antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan.

Beras hitam memiliki khasiat yang lebih baik dibanding beras merah atau beras warna lain. Secara umum, kelemahan padi hitam antara lain, memiliki usia panen yang panjang bisa mencapai 5 bulanan, bentuk tanaman yang tinggi, dan hasil panen yang rendah. Oleh sebab itu harga beras hitam umumnya mahal dan pasokannya sedikit. Selain itu beras ini banyak dijadikan terapi kesehatan.

Pada zaman dahulu, konon hanya petani tertentu (istimewa) saja yang ditunjuk untuk menanam beras ini, karena beras ini khusus hanya untuk konsumsi keluarga keraton. Bahkan di beberapa daerah hanya boleh dimakan pada ritual-ritual tertentu saja.

Orang Cina kuno telah mengenal beras hitam ini sebagai beras terlarang, artinya tidak boleh sembarang orang dapat memakannya, hanya kalangan istana dan orang tertentu saja yang boleh memakannya, karena kaya nutrisi. Beras hitam di Cina saat ini berfungsi sebagai obat dan bahan pangan, tetapi hampir punah dan sangat langka keberadaannya. Tidak salah dahulu, Kaisar Cina memilihnya sebagai beras upeti untuk kaisar.

Kandungan serat dalam beras hitam tergolong tinggi, 20,1 gram per 100 gram beras hitam. Angka yang sangat tinggi diantara seluruh jenis beras. Serat sangat berpengaruh terhadap pengaturan kadar gula, terutama pada penderita diabetes mellitus. Menurut Penuntun Diet Penyakit Diabetes Mellitus, asupan serat untuk pasien atau penderita diabetes mellitus yang dianjurkan adalah 25 gram per hari. Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Buat penderita diabet, konsumsi beras hitam bisa dijadikan pilihan ya.

Selain itu, beras hitam juga mengandung fosfor yang sangat tinggi, 198 mg/100 gram dan kandungan kalium 105 mg/100 gram. Zat kalium dan magnesium dalam beras hitam bermanfaat bagi pengontrolan tekanan darah, dan mengurangi risiko terserang penyakit pembuluh darah otak dan jantung. Maka, penderita penyakit kencing manis dan pembuluh darah jantung baik mengkonsumsi beras ini.

Kadar zat flavonoid yang terkandung di dalam beras hitam lima kali lebih tinggi dibandingkan zat flavonoid yang terdapat dalam beras putih. Hal ini menyebabkan beras hitam ampuh dalam mencegah pengerasan pembuluh nadi dan asam urat.

Betakaroten dan antosianin ini merupakan jenis yang paling potensial dalam melarutkan radikal bebas. Selain berfungsi sebagai antioksidan, kegunaan lain flavanoid antosianin adalah meningkatkan air susu ibu. Beras hitam mengandung asam folat lebih tinggi dibanding beras putih. Hal ini juga membuat beras hitam unggul dalam memperlambat proses berkurangnya daya ingat.

Manfaat lain beras hitam untuk menunjang kesehatan antara lain:
1. Membersihkan racun dan toksin dari dalam tubuh (detoksifikasi)
2. Mencegah kanker/tumor
3. Memperlambat penuaan
4. Mencegah asam urat
5. Mengontrol tekanan darah
6. Membantu memelihara ketahanan tubuh (imunitas)
7. Membantu memelihara keseimbangan sistem organ dan hormo
8. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
9. Memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan sirosis)
10. Mencegah gangguan fungsi ginjal
11. Membersihkan kolesterol dalam darah
12. Mencegah anemia

 

Hmm, banyak banget ya, manfaat beras hitam? Anda mau beralih ke beras hitam?

Salam Sehat ^_^