Cara Sehat Konsumsi Daging Kambing

Ada banyak orang yang menyukai makan daging kambing, dan selain daripada yang kebanyakan itu ada juga yang tidak suka makan daging kambing. Alasannya macam-macam, mulai dari baunya yang amis, efek negatif dari kolesterol yang ditakutkan, atau tergantung cara memasaknya.

Daging kambing mengandung asam lemak jenuh yang lebih rendah daripada daging lainnya.  Daging kambing memiliki lemak 50 % lebih rendah dibandingkan daging sapi dan 45 % lebih rendah dibadingkan dengan daging domba. Kandungan ini berakibat daging kambing sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Susu kambing juga memiliki kandungan laktosa lebih rendah dibandingkan susu sapi. Semoga ada kesempatan khusus untuk membahas susu kambing ini di lain waktu  :).

Makan daging kambing sangat dibatasi untuk penderita hipertensi. Kenapa, karena dikhawatirkan akan memicu  resiko timbulnya penyakit tersebut. Kali ini, Sehati mau berbagi cara sehat untuk konsumsi daging kambing, khususnya untuk penderita hipertensi. Bagi sahabat yang menderita hipertensi, konsumsi garamnya sangat dibatasi.

Dalam kondisi kebutuhan normal saja, kita hanya membutuhkan konsumsi garam dalam 1 hari sebanyak 1 sendok teh. Sedangkan pada anak kecil sebanyak 1/2 sendok teh.

Secara kimiawi, rumus kimia dari garam adalah gabungan dari unsur natrium dan chlorida. Berarti, kita membutuhkan asupan makanan yang mengandung natrium dan chlorida. Kandungan kedua unsur mineral ini banyak kita temui dalam makanan yang banyak mengandung garam seperti kecap manis, kecap asin, ikan asin, daging kaleng kornet, baso, atau sosis yang umum dikonsumsi dalam keseharian. Kandungan garam ini juga banyak ditemui pada produk yang mengandung pengawet. Naah, sekarang kebayang gak betapa kita begitu banyak konsumsi garam ini setiap harinya? Bisa lebih dari 1 sendok teh bukan?. Makanya lumrah sekali, penyakit hipertensi dekat sekali dengan kita.

Konsumsi daging kambing dengan cara yang sehat dapat disiasati dengan banyak menggunakan rempah-rempah ke dalam bumbu masakan. Misalnya bawang putih, bawang merah, cabe merah, ketumbar, kunyit, dan lada. Kandungan rempah-rempah ini bisa berfungsi untuk menggantikan garam. Terlebih di dalam daging kambing sendiri yang sudah menga ndung natrium.

Trik sehat konsumsi daging kambing ini khusus untuk membuat sate  daging kambing. Untuk membuatnya  bisa disiasati dengan cara daging kambing dilumuri bumbu yang sudah dihaluskan terlebih dahulu kemudian disimpan di dalam lemari pendingin selama 2 -12 jam. Semakin lama waktu merendamnya maka semakin baik juga bumbu meresap ke dalam daging. Penyimpanannya cukup di lemari pendingin yang pintu bawah ya, bukan yang di bagian freezer. Setelah itu, keluarkan daging kambing, dan beri perasan air jeruk nipis. Pemberian air jeruk nipis ini ditambahkan tambahkan saat ingin memanggang daging kambing. Setelah itu oleskan sedikit minyak di tempat panggangan. Dan tunggu hingga matang daging merata.

Sedikit tambahan tips untuk Sahabat Sehati yang suka makan jeroan. Jeroan akan lebih ‘baik’ dimakan pada waktu setelah selesai dimasak. Karena  jeroan yang tidak dikonsumsi lebih dari 4 jam setelah proses pemasakan  akan meningkatkan proses oksidasi pada jeroan itu sendiri yang dapat meningkatkan kadar kolesterolnya. Berdasarkan tingkat kolesterol, urutan dari kolesterol tertinggi hinggga paling rendah yang dikandung dalam jeroan adalah otak, kulit, usus, baru kemudian daging.

 

Salam Sehat ^_^