Berbagi adalah Kekuatan

Berbagi merupakan bentuk lain dari sebuah kekuatan.  

Itu yang saya yakini.
Sifat dasar manusia sendiri adalah egois. Manusia ingin memiliki segalanya secara sendiri. Jika tidak salah, saya pernah mendengar jika seorang manusia diberikan sebuah gunung emas, maka ia akan meminta gunung emas lainnya. Dan selanjutnya, jika ia diberi gunung emas lainnya. Ia akan meminta satu gunung emas lagi. Begitu seterusnya. Sifat manusia itu sendiri tamak. Begitu fitrahnya.

Lalu, bagaimana dengan manusia-manusia yang suka berbagi. Bagaimana ia bisa mengelola sifat tamaknya itu sendiri? Bukankah jika ia tidak berbagi, ia akan memperoleh semuanya. Ia akan memperoleh lebih banyak. Namun ia lebih suka berbagi dengan yang lain. Ia lebih suka membagi apa yang dimilikinya menjadi milik orang lain. Ia bisa mengendalikan sifat egonya sendiri. Bagi saya, ia memiliki sebuah kekuatan. Kekuatan yang tak semua orang miliki.

Berbagi adalah sebuah barang yang mahal. Kekayaan hati yang tak dapat ditukar atau dibeli. Ia lahir dari jiwa-jiwa yang kuat. Jika ia telah bisa menguasai dan mengendalikan dirinya sendiri, kehausan selanjutnya dalam diri adalah berbagi dengan yang lain. Berbagi apa saja yang ia bisa miliki menjadi sebuah kekuatan untuk yang lain.

Hmm, bagaimana dengan saya? Apa kabar kekuatan berbagimu Des?  Sudah kuatkah? Sudah bisa berbagikah? Tampakya masih sekedar niatan saja. Niatan untuk berbagi sudah ada dari tahun yang lalu. Namun, tetap saja excuse demi excuse menjadi alasan klise. Huh, toyor diri sendiri. Hayoo bangun Des, manage your self.

move

Mimpi Berbagi dengan yang lain

Tiga mimpi berbagi saya dari tahun lalu adalah tiga hal diatas. Ingin ikut serta dan menjadi bagian dari gerakan tersebut.

  1. Gerakan Baca Al-qur’an

Saya ingin bisa membagi ilmu saya pada siapapun yang ingin belajar membaca Al-qur’an. Mampu membaca kitab suci sendiri adalah sebuah kebahagiaan. Dari kebahagiaan ini melahirkan sebuah ketenangan yang tak dapat dibeli dengan apapun. Mengaji adalah obat hati paling mujarab. Itu yang saya rasakan. Dan saya ingin setiap orang juga turut merasakannya.

2. Gerakan Eliminasi Buta Huruf

Gerakan ini memang bukanlah hal yang baru. Namun saya belum pernah turun dan aktif menjadi salah satu relawan. Lagi-lagi, urusan waktu untuk diri sendiri menjadi excuse yang utama. Mampu baca tulis merupakan sebuah kekuatan. Apalagi di era MEA ini, kalo gak bisa baca tulis, apa yang bisa kita perbuat. Kita pasti digilas zaman tanpa ampun. Semoga masyarakat Indonesia bisa bebas dari buta huruf.

Dulu, saya pernah berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu. Berbagi untuk memberikan kelas tambahan bagi mereka untuk siap menghadapi Ujian Nasional. Masuk bimbingan belajar adalah hal yang tak mungkin bagi mereka. Bisa sekolah saja sudah merupakan anugerah. Namun, memang tak berlangsung lama. Setelah UN usai, masa mengajar saya pun berakhir. Semoga bisa berbagi di waktu yang lain ya dek :)

3. Ikut Komunitas Pengusaha

Menjadi pengusaha, adalah mimpi saya berikutnya. Kenapa? setelah saya menjadi pengusaha, goal besarnya adalah saya ingin melahirkan banyak pengusaha di bumi Indonesia.  Dengan memiliki sebuah usaha, seseorang mampu berdiri diatas kakinya sendiri. Tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Setiap anak muda menjadi jiwa-jiwa yang produktif. Dengan produktifitas makan akan menimbulkan persaingan ekonomi yang sehat yang akan menghasilkan kreatifitas-kreatifitas baru. Dengan begitu, Indonesia tetap bisa dipandang baik oleh mata dunia.

Doakan mimpi saya terwujud ya teman-teman :)

 Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayPeduliKasih”

Give Away Peduli Kasih-tile