Cara Sehat Konsumsi Beras Putih

credit here

credit here

 

Siapa yang gak kenal dengan beras, setiap kita tau pasti dan mengkonsumsi wujud matang dari beras. Menurut wikipedia, beras merupakan bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam.  Yang kita bicarakan disini adalah jenis beras putih. Kandungan utama dari beras berupa karbohidrat kurang lebih 80%  dan protein sebesar 7 %. Kandungan zat gizi lain berupa vitamin, mineral, dan air.

Kandungan lain yang membuat beras itu berbeda adalah jumlah kandungan amilopektin dan amilosa-nya. Kedua komponen ini merupakan polimer karbohidrat yang membuat beras berubah menjadi nasi pulen atau malah jadi nasi pera. Beras ditanak dan berubah menjadi nasi pulen karena kandungan amilopektin-nya yang tinggi. Dan sebaliknya, nasi pera disebabkan kandungan amilosa-nya lebih tinggi dibandingkan amilopektinnya. Sedikit menyinggung beras ketan, Naahh.. beras yang satu ini kandungan amilopektinnya memang lebih tinggi, sehingga beras ketan terkenal dengan kekhasan teksturnya yang lengket.

Memasak beras menjadi kegiatan yang wajib dilakukan setiap hari. Tidak hanya kalangan ibu-ibu, kaum lelaki juga terkadang turun tangan untuk kegiatan di dapur. Mencuci beras menjadi awalannya. Sadarkah kita kalo mencuci beras menjadi kunci utama agar kandungan gizinya tidak banyak terbuang.

Panduan ini bisa diterapkan sewaktu mencuci beras:

1. Awali kegiatan mencuci dengan menyebut nama Tuhan
2. Cucilah beras dengan air yang mengalir
3. Mencuci beras hanya maksimal hingga tingga kali
4. Jangan mencuci beras hingga airnya bening
5. Jangan menggosok-gosok  beras ketika mencucinya

Vitamin B1 pada beras

Lapisan luar endosperm beras mengandung vitamin B1. Nama sederhana atau sebutan lain untuk vitamin B1 adalah tiamin.  Jika kita terlalu mencuci beras terlalu bersih atau malah meng’gosok’ beras maka kandungan vitamin B1 akan terbawa air. Hal ini mengakibatkan kandungan vitamin B1 tersebut berkurang.

Menurut penelitian kandungan vitamin B1 pada beras dapat berkurang karena proses pencucian. Kandungan vitamin B1 pada beras sebelum dicuci mengandung 0,285 mg. Dengan sekali proses pencucian, kandungan vitamin B1 -nya berkurang, menjadi 0,2475 mg.  Dengan dua kali proses pencucian, kandungannya menjadi 0,1765 mg, dan proses  pencucian yang ketiga kali menurunkan kandungan vitamin B1 hingga tersisa 0.1560 mg.  Apa jadinya kalo Anda mencuci beras dan juga menggosoknya. Bayangkan, berapa persen sisa yang bisa kita manfaatkan dalam tubuh?.. sedikit sekali bukan?..

Jika dilihat secara kuantiti kandungan mg yang hilang sangat sedikit. Namun kehilangan vitamin B1 tersebut merugikan kita sendiri. Kekurangan vitamin B1 dalam tubuh menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat. Vitamin ini juga turut membantu kelancaran kerja enzim.  Fungsi terpenting dari tiamin adalah membantu fungsi kerja jantung, hati, dan sistem saraf.  Gejala kekurangan tiamin ini dapat dilihat dengan menurunnya nafsu makan, gangguan pencernaan, mudah lelah, sembelit, kesemutan, jantung berdebar dan berkurangnya refleks.

Setiap harinya, wanita dewasa membutuhkan 1,03 mg per hari, sedikit lebih rendah dibanding kebutuhan pria yang sebesar 1,22 mg per hari. Mengingat pentingnya peranan dari tiamin ini, semoga menjadi ingatan untuk setiap ibu-ibu di rumah atau siapapun yang ingin memasak nasi, cucilah beras dengan cara yang tepat dan benar.

Selain bermanfaat bagi kesehatan, air bekas cucian beras juga dapat bermanfaat bagi kecantikan lho. Oiya, ada yang tiba-tiba keinget, bagi penderita diabetes melitus atau punya penyakit gula, harus memperhatikan atau bahkan mengurangi konsumsi nasi putih. Nanti lain waktu, (semoga ada waktu, hehe) kita sambung cerita-cerita lagi yow.

 

Salam Sehat ^^

 

sumber referensi:
http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=3f7dd3aae12ef405
http://id.wikipedia.org/wiki/Beras