Perempuan dan Informasi, Sohib Sejati

“Apa yang ada di benak fikiranmu saat mendengar perempuan?”, Pertanyaan yang kuajukan pada sahabat ¬†sebelum mulai untuk menulis ini.

“Perasa… lembut”, jawab salah satu temanku
“Manis dan juga manja”, jawab yang lainnya
“Peduli dan suka berbagi” ujar yang lainnnya

Kata-kata yang dilontarkan saat mendengarkan kata perempuan adalah, perasa, lembut, manis, manja, peduli dan suka berbagi. Yang saya titikberatkan saat ini adalah sikap perempuan yang suka berbagi dan lebih peduli dibandingkan kaum lelaki. Perempuan, lebih dominan menggunakan perasaan, dibandingkan akal atau logikanya. Contoh sederhana saja, jika melihat anak pengamen di jalanan, hatinya lebih gampang terenyuh. Dalam dunia sosial media, perempuan tampak lebih aktif dibanding lelaki. Ada info bermanfaat langsung sharing ke teman-teman. Baik itu lewat facebook, what’s app, atau broadcast lewat BBM. Tanpa lebih hati-hati meninjau terlebih dahulu sumber informasi darimana. Langsung saja tombol share di klik, dan jadilah informasi itu tersebar luas dalam hitungan detik. Begitulah perempuan.

Sisi perasa dan suka berbagi yang dimiliki punya sisi positif, yaitu informasi lebih cepat tersebar. Sedangkan di sisi lainnya, ada sisi negatif yang dimilikinya, jika informasi yang tersebar adalah hoax, akan sangat merugi orang-orang yang sudah menyerap informasinya. Jika hanya berefek bagi diri sendiri, tentu tidak akan menimbulkan masalah besar. Namun akan lain cerita, jika berakibat lebih besar.

Hotel Salak

Pemanfaatan sosial media di kalangan perempuan menjadi sorotan Kementrian Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tanggal 7 dan 8 Desember kemarin di Hotel Salak the Heritage, KPPA mengundang beberapa blogger dalam pembuatan draft Pedoman Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Perempuan.

DSC04958 (Small)

Pihak KPPA sendiri menyoroti bahwa perempuan memiliki potensi yang bisa diberdayakan untuk memperoleh manfaat dari TIK ini. Dua teknologi, informasi dan komunikasi, saat ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sebelum tidur, perempuan tidak lepas dari pengaruh sosial media. Sepanjang hari juga tak dapat jauh dari dunia sosial media. Bahkan saat bangun, benda yang pertama kali dicari adalah handphone. Kuantitas yang sangat panjang dari penggunaan handphone ini baiknya diiringi dengan kualitas penggunaan.

MBa Ari Fitria Nandini mengemukakan paparannya

MBa Ari Fitria Nandini mengemukakan paparannya

Pemberdayaan TIK bagi perempuan, hal inilah yang disoroti oleh pihak KPPA. 88,1 juta orang atau sekitar 34.9 % dari jumlah penduduk Indonesia merupakan pengguna internet, data tersebut  menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Jumlah tersebut merupakan jumlah yang bisa diberdayakan untuk meningkatkan kapasitas pengguna itu sendiri. Jumlah yang cukup tinggi bukan?.

Namun disisi lain, diperoleh juga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa akses perempuan terhadap internet masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena tanggungjawab perempuan dalam urusan rumah tangga cukup tinggi. Selain itu juga disebabkan rendahnya kepemilikan terhadap akses teknologi internet. Ditambah, pengetahuan dan ketrampilan perempuan dalam TIK masih sangat rendah. Misalnya saja, banyak perempuan-perempuan yang memiliki handphone kualitas tinggi, namun tidak memperoleh manfaat apa-apa kecuali hanya pemakaian telpon dan pesan pendek saja. Tidak lebih.

DSC05018 (Small)

Menyoroti hal tersebut, KPPA menginisiasi program pemberdayaan perempuan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keluarga. Kita, kaum perempuan memiliki banyak peran. Terkadang menjabat sebagai menteri ekonomi, menteri sosial, menteri pertahanan, hingga menteri luar negri dan dalam negri. Seluruh jabatan tersebut, bisa diperankan oleh perempuan dalam skala kecil, bagi keluarganya. Semua kegiatan tersebut memerlukan kelihaian dari seorang perempuan untuk bisa mengeksekusi setiap tanggungjawab dengan baik dan hasil yang memuaskan. Bukan malah melahirkan masalah baru.

Seorang perempuan, jika telah menjadi ibu baiknya memiliki talenta untuk mampu melakukan talenta untuk menjadi seorang multi tasker. Seorang ibu saat sedang sibuk bekerja, ia tidak boleh lupa pada tanggungjawabnya untuk menjadi ‘polisi’ informasi bagi anak-anaknya. Anak-anak sekarang yang sudah merupakan generasi digital perlu pawang, penuntun, dan polisi dalam mencari atau bermain di dunia internet. Pendampingan menjadi kunci utama bagi generasi digital saat ini. Mendampingi anak-anak baik dari jauh atau saat bersama mereka juga perlu ilmu. Yaitu ilmu komunikasi dengan anak. Jika tidak mendapatkan pelatihan, seorang ibu bisa memperoleh informasi bagaimana baiknya berkomunikasi dengan anak sesuai umurnya dari situs pencari. Semua informasi kini terletak di tangan kita. Begitu mudah, namun juga perlu kehati-hatian.

Dunia informasi dapat begitu banyak manfaatnya bagi keluarga. Internet dapat berfungsi sebagai media belajar, seperti contoh yang saya sebut diatas. Internet juga memiliki pengaruh negatif yang juga harus dikuasai oleh perempuan, khususnya seorang ibu. Orang tua harus mengetahui berbagai fitur pengamanan di dunia internet. Orang tua juga harus meguasai informasi tentang parenting control untuk mengamankan informasi yang diterima oleh anak.

Untuk informasi tentang parenting control bagi anak di dunia internet, akan saya bagi di postingan selanjutnya ya.. :) Sudah malem, sudah tak bersahabat lagi matanya  :)

Stay tune ya :)

 

 

8 thoughts on “Perempuan dan Informasi, Sohib Sejati

  1. Acara yang bermanfaat. Memang teknologi itu sangat penting diketahui supaya bisa mengajarkan kepada anak yang mana yang manfaat dan mana yang tidak…salam

  2. perempuan dan TIK benar-benar topik yang menarik, mengingat fungsi dan peranan perempuan dan seorang ibu penting untuk menuju generasi penerus yang berintegritas. Sayangnya, internet masih menjadi barang mahal bagi kami yang tinggal di daerah, akses dan sinyal serta mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk internet menjadi kendala perempuan di daerah bisa maju dan banyak belajar.

    • sehati says:

      iya, sudah ada rencana dari Depkominfo untuk Indonesia yang merata dalam akses internet, semoga terealisasi dengan baik dan secepatnya, sehingga perempuan Indonesia dimanapun bisa melek dan dpt manfaat dr internet

  3. Betul Bu. Jaman sekarang perempuan harus bener-bener melek teknologi. Bukan hanya untuk menjadi polisi teknologi bagi anaknya, tapi yang seru-seru semuanya ada di media sosial dan internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *